Samsung Perkenalkan Kontrol Lokal SmartThings untuk Menjaga Respons Perangkat saat Jaringan Terganggu

Samsung memperkenalkan pembaruan SmartThings pada Oktober 2026 dengan menghadirkan teknologi kontrol lokal yang dirancang untuk menjaga perangkat rumah pintar tetap responsif ketika koneksi internet mengalami gangguan. Melalui sistem ini, smartphone yang terhubung ke jaringan WiFi yang sama dengan SmartThings Hub dapat mengirimkan perintah secara langsung tanpa harus melewati layanan cloud. Dalam pengujian Samsung, pendekatan tersebut mampu meningkatkan kecepatan respons sekitar 30 persen dibandingkan kontrol berbasis cloud. Pembaruan ini juga mencakup SmartThings Now, peningkatan diagnostik perangkat offline, dan dukungan Matter 1.6 untuk memperluas pengalaman rumah pintar yang praktis serta lebih andal.
Samsung Mengembangkan SmartThings untuk Rumah Pintar yang Lebih Responsif
Perusahaan teknologi Samsung menghadirkan pengembangan terbaru pada platform SmartThings yang mengutamakan keandalan pengendalian perangkat. Peningkatan paling menonjol adalah local control atau pengendalian melalui jaringan setempat. Melalui teknologi tersebut, instruksi yang dikirim pengguna dapat diteruskan langsung menuju SmartThings Hub yang terhubung ke jaringan lokal pengguna. Berbeda dari sistem kontrol yang bergantung pada komunikasi cloud, pendekatan lokal mengurangi ketergantungan terhadap koneksi menuju pusat data. Inovasi tersebut membuka peluang bagi pemilik perangkat IoT ketika layanan internet rumah sedang bermasalah.
Inovasi teknologi rumah pintar tersebut hadir melalui pembaruan platform pada Oktober 2026. Berdasarkan pembaruan platform tersebut, SmartThings melayani sekitar 470 juta akun terdaftar dan mendukung lebih dari 430 merek tersertifikasi Works with SmartThings. Jumlah mitra yang luas memperlihatkan kebutuhan terhadap pengendalian yang konsisten. Sebagai contoh, aksesori otomatisasi rumah dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Jika layanan pengendalian terganggu, kenyamanan pengguna dapat menurun. Oleh sebab itu, Samsung menawarkan pembaruan guna menjaga kestabilan pengendalian melalui komunikasi langsung dengan hub.
Memahami Teknologi Komunikasi Langsung antara Smartphone dan SmartThings Hub
Prinsip utama kontrol lokal SmartThings adalah memanfaatkan komunikasi setempat untuk mengendalikan perangkat. Apabila perangkat seluler serta SmartThings Hub tersambung ke jaringan WiFi yang sama, instruksi pengendalian bisa diteruskan menuju hub. Sebagai ilustrasi, seseorang memilih pengaturan perangkat melalui smartphone, kemudian pusat kendali menangani instruksi yang diterima. Dengan mekanisme ini, perjalanan data dapat dipersingkat. Berdasarkan evaluasi internal Samsung, teknologi ini dapat meningkatkan kecepatan respons sekitar 30 persen dibandingkan jalur kontrol berbasis server eksternal. Namun demikian, persentase tersebut merupakan hasil evaluasi internal, sehingga hasil pada jaringan rumah bergantung pada kondisi perangkat.
Keunggulan penting lainnya adalah kemampuan menjaga pengendalian ketika internet eksternal terganggu. Penting untuk diketahui bahwa hilangnya akses internet belum tentu memutus hubungan antarperangkat dalam rumah. Jika router dan SmartThings Hub tetap aktif, kontrol lokal yang kompatibel dapat terus digunakan. Namun pada kondisi berbeda, jika listrik atau hub mati, komunikasi antarperangkat mungkin terputus. Di samping kondisi jaringan, integrasi tertentu dengan server eksternal mungkin mengalami keterbatasan saat koneksi terputus. Melalui penjelasan ini, pengelolaan perangkat dapat dilakukan secara lebih bijak.
Cara Samsung Menyesuaikan Jalur Pengendalian Perangkat Pintar
Selain memperkenalkan komunikasi langsung, Samsung mengembangkan peralihan otomatis antara kontrol lokal dan cloud berdasarkan lokasi pengguna. Apabila ponsel menggunakan WiFi yang sama dengan hub, SmartThings berpotensi menggunakan jalur lokal. Sebaliknya, sistem menggunakan jalur pengendalian jarak jauh untuk memungkinkan pengelolaan rumah secara remote. Strategi komunikasi tersebut membantu menyederhanakan pengalaman karena pengguna tidak perlu terus memilih mode komunikasi. Sebagai contoh, lampu rumah dapat dikendalikan melalui jaringan lokal ketika perangkat seluler terhubung ke jaringan rumah. Saat pengguna meninggalkan rumah, pengendalian jarak jauh kembali memerlukan internet.
Dukungan teknologi komunikasi langsung bergantung pada model hub dan aplikasi yang digunakan. Dalam informasi dukungan produk disebutkan bahwa fitur tersebut mendukung perangkat seluler Android serta iOS dengan aplikasi SmartThings. Pada sisi pusat kendali, Samsung menyediakan kemampuan ini untuk SmartThings Station, SmartThings Hub V2, V3, dan V4, serta Samsung Smart TV tertentu dengan hub terintegrasi dan Family Hub yang mendukungnya. Dengan demikian, pemilik perangkat sebaiknya memeriksa model hub sebelum mengharapkan seluruh perintah berjalan tanpa internet. Di samping memeriksa hub, versi perangkat lunak yang digunakan harus disesuaikan agar pengalaman pengendalian lebih stabil. Namun demikian, tidak semua integrasi otomatis berjalan sepenuhnya lokal.
Teknologi SmartThings Now untuk Pengendalian Rumah yang Lebih Praktis
Selain memperkuat koneksi antarperangkat, Samsung turut menghadirkan SmartThings Now sebagai fitur informasi kontekstual di Home tab. SmartThings Now tersedia pada posisi atas tampilan Home untuk menampilkan kontrol yang relevan. Berkat tampilan baru tersebut, aplikasi dirancang menampilkan informasi berdasarkan konteks penggunaan. Dalam skenario rumah tangga, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai kondisi perangkat tanpa harus membuka terlalu banyak menu. Pendekatan ini membantu mempercepat interaksi dalam penggunaan rumah pintar. Walaupun informasi menjadi lebih kontekstual, rekomendasi dan kartu yang muncul dapat berbeda.
Selain SmartThings Now, perusahaan menyempurnakan tampilan kartu layanan agar pengguna dapat memahami kondisi rumah dengan cepat. Tampilan perangkat yang disempurnakan menampilkan informasi operasional tertentu secara lebih efisien dalam penggunaan ruang layar. Selain itu, Samsung memperkenalkan akses cepat di bagian bawah layar untuk menempatkan fitur yang sering digunakan. Tampilan wallpaper yang menyesuaikan waktu juga diperkenalkan dengan penyesuaian visual berdasarkan waktu. Dalam ekosistem dengan berbagai peralatan terhubung, navigasi yang ringkas membantu pengoperasian lebih nyaman. Pengembangan pengalaman pengguna memperkuat kemudahan penggunaan SmartThings tanpa harus mengganti seluruh perangkat.
Offline Device Diagnostics dan Matter 1.6 Memperkuat SmartThings
Di samping pembaruan halaman utama, SmartThings turut memperbarui Offline Device Diagnostics untuk mempermudah pemulihan perangkat offline. Pada ekosistem perangkat terhubung, pembaruan koneksi internet berpotensi membuat aksesori tidak dapat dihubungi. Berkat peningkatan pemeriksaan koneksi, pengguna dapat memperbarui informasi jaringan pada perangkat terdaftar secara bersamaan. Untuk ilustrasi, saat informasi WiFi diperbarui, pemulihan konektivitas lebih mudah dikelola. Meskipun diagnostik membantu, tidak semua masalah offline dapat diselesaikan otomatis. Karena itu, pengguna tetap perlu mengecek daya perangkat sebelum mencoba memasangkan ulang aksesori.
Pembaruan SmartThings mencakup dukungan Matter 1.6, yaitu pembaruan protokol interoperabilitas perangkat dari Connectivity Standards Alliance. Melalui dukungan tersebut, SmartThings meningkatkan dukungan kategori perangkat terhadap peralatan otomatisasi modern. Kelompok aksesori baru tersebut mencakup Energy Meters, Closures untuk pengendalian bukaan khusus, Irrigation Devices untuk pengaturan irigasi, serta Soil Sensors untuk pemantauan kondisi tanah. Sebagai contoh, pemilik kebun dapat memanfaatkan sensor tanah melalui perangkat yang kompatibel. Selain perluasan kategori, pembaruan ini mendukung performa Group Control. Meskipun demikian, ketersediaan fitur bergantung pada perangkat dan pembaruan perangkat lunak yang sesuai.
Rangkuman Pembaruan Samsung SmartThings untuk Koneksi yang Lebih Andal
Pengembangan terbaru platform SmartThings menggambarkan inovasi menarik dalam sistem otomatisasi hunian modern. Dengan komunikasi melalui jaringan WiFi lokal, perangkat yang kompatibel dapat merespons lebih cepat. Pengukuran dalam kondisi terkendali menunjukkan peningkatan respons sekitar 30 persen, meskipun performa setiap rumah tidak selalu sama. Tidak hanya memperkuat respons perangkat, SmartThings Now, Offline Device Diagnostics, dan Matter 1.6 mendukung pengalaman pengguna melalui pengelolaan yang lebih praktis. Namun demikian, sejumlah fitur masih membutuhkan layanan internet. Dengan pengaturan yang sesuai, rumah pintar berpotensi menjadi lebih andal. Dari pengalaman Anda, apakah teknologi rumah pintar yang tidak selalu bergantung pada cloud akan membantu menghadapi gangguan internet? Jangan ragu menyampaikan pengalaman Anda mengenai manfaat SmartThings.








