Peneliti China Klaim Rekor Transmisi Serat Optik Mencapai 3,2 Petabit per Detik

Peneliti China mengklaim pencapaian baru dalam teknologi komunikasi optik setelah berhasil mendemonstrasikan transmisi data real-time hingga 3,2 petabit per detik menggunakan serat optik 24 inti. Hasil penelitian yang diumumkan pada 26 Oktober 2026 ini melibatkan China Information and Communication Technologies Group, Pengcheng Laboratory, serta FiberHome Fujikura. Pengujian dilakukan melalui jaringan serat optik sepanjang sekitar 10,3 kilometer dengan sistem transmisi dua arah. Kecepatan tersebut meningkat sekitar 28 persen dibandingkan pencapaian sebelumnya sebesar 2,5 petabit per detik. Meski masih berupa hasil eksperimen, penelitian ini menunjukkan potensi peningkatan kapasitas jaringan untuk pusat data, kecerdasan buatan, dan komunikasi generasi berikutnya.
China Mengembangkan Teknologi Komunikasi Optik Berkapasitas Tinggi
Hasil eksperimen transmisi data sebesar 3,2 petabit per detik menjadi langkah besar dalam penelitian komunikasi optik. Melalui kolaborasi sejumlah organisasi teknologi di China, tim peneliti melaporkan keberhasilan mentransmisikan data menggunakan kabel optik multicore. Pendekatan ini memanfaatkan banyak inti optik pada satu kabel untuk memperbesar jumlah data yang dikirim. Melalui eksperimen tersebut, kapasitas gabungan diklaim menembus 3,2 petabit per detik. Hasil yang diumumkan menunjukkan potensi inovasi infrastruktur komunikasi.
Eksperimen komunikasi optik ini melibatkan National Key Laboratory of Optical Communication Technology and Network yang berkaitan dengan China Information and Communication Technologies Group, Pengcheng Laboratory, serta FiberHome Fujikura Fiber Optic Technology. Kemitraan penelitian tersebut menggabungkan keahlian komunikasi optik untuk menguji kapasitas transmisi. Sebelumnya, kelompok peneliti yang sama mencatat kecepatan 2,5 petabit per detik pada Maret 2026. Melalui peningkatan berikutnya, kapasitas transmisi meningkat sekitar 28 persen. Meski hasil eksperimen menarik, status pencapaian tertinggi harus diperhatikan berdasarkan kategori pengujian yang diterapkan dalam demonstrasi.
Inovasi Fiber Optik Memungkinkan Komunikasi melalui Banyak Jalur
Inovasi yang menjadi dasar pencapaian tersebut adalah serat optik multicore. Pada sistem serat optik konvensional, sinyal cahaya menggunakan media cahaya dalam serat. Pada rancangan multicore, sejumlah jalur cahaya diintegrasikan dalam satu kabel fiber khusus. Arsitektur ini mendukung pengiriman beberapa aliran data secara bersamaan. Dengan demikian, kapasitas total jaringan berpotensi menjadi lebih besar tanpa harus menggunakan jumlah serat tunggal yang setara. Konsep tersebut memberikan peluang penting ketika kebutuhan bandwidth terus meningkat.
Pada pengujian yang diumumkan, peneliti menerapkan serat optik dengan 24 inti untuk mengoperasikan banyak jalur transmisi. Pengujian ini dilaporkan berlangsung sepanjang sekitar 10,3 kilometer dengan transmisi dalam dua arah. Angka kapasitas yang diumumkan mencerminkan tingkat transmisi agregat dalam konfigurasi transmisi penelitian. Hal ini penting karena total bandwidth tidak sama dengan kecepatan satu perangkat pengguna. Sebagai gambaran, angka 3,2 petabit per detik dapat dikonversi menjadi 3.200 terabit per detik atau 400 terabyte per detik secara teoretis. Walaupun kapasitasnya sangat besar, kemampuan jaringan komersial ditentukan oleh berbagai komponen infrastruktur.
Penggabungan Jalur Optik dan Panjang Gelombang Memperbesar Bandwidth
Di samping menambah jalur spasial, peneliti menggabungkan teknologi spatial division multiplexing dengan pengiriman melalui beberapa pita optik. Spatial division multiplexing mendukung komunikasi berlangsung melalui sejumlah kanal spasial. Sebagai teknologi pendukung, pemanfaatan pita S, C, dan L membantu memperbesar jumlah kanal komunikasi. Melalui integrasi jalur spasial dan spektrum, beragam sinyal digital dapat dikirim melalui satu sistem serat optik. Pendekatan tersebut menjadi salah satu kunci transmisi petabit.
Walaupun pendekatan tersebut menawarkan kapasitas besar, transmisi multicore multiband memiliki persoalan kualitas sinyal. Masalah penting adalah crosstalk, yaitu interferensi antarsinyal. Ketika kanal beroperasi secara bersamaan, kebocoran sinyal berpotensi mengurangi akurasi pemrosesan sinyal. Tidak kalah penting, setiap pita optik dapat menunjukkan kebutuhan komponen tersendiri. Untuk menangani tantangan tersebut, sistem penguat membutuhkan optimasi agar kesalahan transmisi dapat dikendalikan. Tim pengembang sistem menjelaskan penerapan perangkat transmisi hasil rekayasa mereka untuk menjalankan transmisi real-time.
Rekor 3,2 Petabit Per Detik Memiliki Konteks Pengujian Khusus
Salah satu aspek penting dari demonstrasi optik China adalah penggunaan perangkat yang bekerja secara langsung. Pada eksperimen optik tertentu, data hasil pengukuran bisa disimpan sebelum dianalisis secara offline. Metode pemrosesan semacam ini bermanfaat untuk penelitian, tetapi belum tentu menunjukkan pemrosesan data real-time. Sebaliknya, tim China mengklaim mampu menjalankan transmisi 3,2 petabit per detik dengan operasi real-time. Pencapaian tersebut mampu mendukung pengurangan kesenjangan eksperimen dengan kebutuhan industri.
Walaupun pendekatan real-time dinilai penting, pencapaian yang diumumkan harus dipahami berdasarkan kategori pengukuran yang tepat. Sejumlah eksperimen komunikasi optik pernah mendemonstrasikan hasil pengiriman data dengan pendekatan berbeda. Pada penelitian lain, kapasitas lebih tinggi diketahui dari hasil eksperimen, tetapi metode pemrosesan sinyal dapat berbeda. Dengan mempertimbangkan perbedaan tersebut, penilaian terhadap angka transmisi perlu dievaluasi secara setara. Sebagai catatan penting, cakupan transmisi dalam eksperimen belum membuktikan penerapan pada infrastruktur nasional. Penelitian berikutnya perlu dilakukan untuk menilai skalabilitas.
Jaringan Fiber Berkapasitas Tinggi Membuka Peluang Komunikasi Masa Depan
Salah satu bidang yang berpotensi memperoleh manfaat dari inovasi jaringan berkapasitas sangat tinggi adalah komunikasi antardata center. Dengan berkembangnya komputasi modern, volume pertukaran informasi mengalami pertumbuhan akibat pengembangan kecerdasan buatan. Sistem AI modern sering membutuhkan pemindahan data antara sistem komputasi agar proses pelatihan berjalan efisien. Untuk kebutuhan tersebut, teknologi multicore mampu memperluas kapasitas backbone. Dengan demikian, infrastruktur cloud generasi berikutnya mampu mengembangkan fleksibilitas jaringan tambahan.
Tidak hanya digunakan untuk komputasi AI, perkembangan komunikasi petabit juga memiliki potensi jaringan telekomunikasi generasi berikutnya. Dalam perencanaan masa depan, teknologi 6G berpotensi memerlukan bandwidth jaringan. Melalui peningkatan kapasitas fiber, operator memiliki kesempatan mengembangkan infrastruktur pengiriman informasi yang lebih padat. Namun demikian, rekor yang diklaim tim China tidak menunjukkan bahwa paket broadband petabit tersedia secara komersial. Kinerja internet rumah masih bergantung pada perangkat jaringan lokal serta konfigurasi jaringan.
Kesimpulan: Rekor Serat Optik China Membuka Peluang Jaringan Masa Depan
Demonstrasi transmisi serat optik 3,2 petabit per detik yang diklaim tim peneliti China menggambarkan inovasi menarik dalam pengembangan jaringan berkecepatan tinggi. Melalui kombinasi serat optik 24 inti, multiplexing spasial, dan transmisi multiband, peneliti berhasil mendemonstrasikan menurut laporannya transmisi agregat berkecepatan petabit. Angka tersebut meningkat sekitar 28 persen dibandingkan pencapaian sebelumnya sebesar 2,5 petabit per detik. Walaupun demikian, teknologinya masih membutuhkan evaluasi sebelum digunakan luas. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pencapaian ini lebih tepat dilihat sebagai langkah menuju infrastruktur masa depan, bukan tanda bahwa jaringan rumah akan segera mencapai angka tersebut.
Pada era pertumbuhan kecerdasan buatan, kapasitas jaringan merupakan fondasi utama dalam mengembangkan sistem telekomunikasi. Pengembangan teknologi transmisi petabit dapat membuka peluang untuk pengembangan backbone digital pada masa depan. Meski kapasitas penelitian terus meningkat, biaya implementasi dan pengujian jarak jauh tetap membutuhkan solusi. Ketika teknologi mencapai kematangan yang sesuai, inovasi ini berpotensi berkembang sebagai pilihan peningkatan kapasitas komunikasi. Menurut pandangan Anda, apakah inovasi transmisi data 3,2 petabit per detik akan mempercepat pengembangan internet masa depan? Silakan bagikan pendapat Anda mengenai perkembangan serat optik.








